Aktivitas fisik mengacu pada setiap gerakan tubuh yang melibatkan penggunaan otot-otot dan kebutuhan akan energi.
Ini mencakup berbagai aktivitas, mulai dari yang sederhana seperti berjalan kaki, hingga yang lebih intens seperti berlari, berenang, bersepeda, atau berpartisipasi dalam latihan fisik yang terstruktur.
Aktivitas fisik juga mencakup kegiatan harian seperti berkebun, membersihkan rumah, atau bermain dengan anak-anak.
ADVERTISEMENT
Menurut Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), aktivitas fisik merujuk pada setiap gerakan tubuh yang memerlukan kerja otot rangka dan menghasilkan peningkatan dalam penggunaan tenaga dan energi.
Aktivitas fisik dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yaitu:
Aktivitas Fisik Terstruktur: Ini termasuk aktivitas yang dijadwalkan dan diorganisasi dengan tujuan tertentu. Contoh-contohnya adalah latihan fisik di pusat kebugaran, kelas yoga, atau berpartisipasi dalam tim olahraga.
Aktivitas Fisik Tidak Terstruktur: Ini mencakup aktivitas sehari-hari yang tidak dijadwalkan, seperti berjalan-jalan, bersepeda ke tempat kerja, mencuci piring, bersih-bersih rumah atau bermain dengan hewan peliharaan.
Aktivitas fisik mencakup segala bentuk gerakan tubuh yang memerlukan tenaga, bahkan yang dilakukan dalam rutinitas sehari-hari.
Pengertian ini mencakup semua tingkat intensitas, mulai dari aktivitas ringan hingga aktivitas yang sangat intens.
Aktivitas fisik memegang peran kunci dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Penting untuk memahami bahwa setiap bentuk aktivitas fisik memiliki manfaatnya sendiri, dan memilih aktivitas yang sesuai dengan tingkat kesehatan dan preferensi pribadi dapat membantu seseorang mencapai kesehatan yang optimal.
Manfaat Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut adalah lima manfaat utama dari aktivitas fisik:
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki, berlari, atau berenang, dapat memperkuat otot jantung Anda dan meningkatkan kapasitas paru-paru.
Ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner.
2. Mengontrol Berat Badan
Aktivitas fisik membantu Anda membakar kalori. Dengan berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang teratur, Anda dapat menjaga berat badan yang sehat, mencegah peningkatan berat badan yang tidak diinginkan, dan bahkan membantu dalam usaha penurunan berat badan.
3. Meningkatkan Kesehatan Mental
Aktivitas fisik merangsang pelepasan endorfin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
Hal ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Berolahraga juga dapat meningkatkan suasana hati, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan rasa percaya diri.
4. Mengurangi Risiko Penyakit Kronis
Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, kanker (terutama kanker usus besar dan kanker payudara), dan penyakit jantung.
Aktivitas fisik membantu dalam mengendalikan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
5. Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Otot
Aktivitas fisik yang melibatkan beban, seperti angkat beban atau latihan resistensi, membantu memperkuat otot dan tulang.
Ini dapat mengurangi risiko osteoporosis dan cedera otot serta menjaga fungsi tubuh yang baik seiring bertambahnya usia.
Selain manfaat-manfaat ini, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan stamina, daya tahan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Penting untuk dicatat bahwa manfaat aktivitas fisik akan terasa lebih baik jika dilakukan secara teratur.
Oleh karena itu, mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian Anda sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran Anda.
Prestasi Belajar
Setiap proses belajar mengajar keberhasilannya diukur dari seberapa jauh hasil
belajar yang dicapai siswa. Hasil belajar berasal dari dua kata dasar yaitu hasil dan
belajar, istilah hasil dapat diartikan sebagai sebuah prestasi dari apa yang telah
dilakukan. Berikut ini beberapa definisi tentang prestasi belajar:
1. Muhibbin Syah (1997 : 141) menyatakan prestasi adalah taraf keberhasilan
proses belajar mengajar.
2. Oemar Hamalik (2001 : 159) menyatakan prestasi merupakan indikator adanya
perubahan tingkah laku siswa. Jadi prestasi adalah hasil maksimal dari sesuatu,
baik berupa belajar mapun bekerja.
3. Poerwadarmita (1996 : 169) menyatakan bahwa prestasi adalah apa yang telah
dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan
keuletan kerja.
Sedangkan definisi belajar menurut para ahli sebagai berikut :
Abu Ahmadi dan Widodo Supriono (2004 : 128) berpendapat bahwa belajar
merupakan suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hilgard dan Bower
(1975 : 156) mengemukakan bahwa belajar berhubungan dengan perubahan
tingkah laku seseorang terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh
pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah
laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan respon pembawaan.
M. Sobry Sutikno (2004) mengartikan belajar adalah suatu proses usaha seseorang
yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Thursan Hakim (2002) mengartikan belajar adalah suatu proses perubahan dalam
kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningakatan kecakapan
pengetahuan, sikap, pemahaman, keterampilan, daya fakir dan
kemampuan lainnya. (Krisna, 2009:1)
Dari penjelasan beberapa ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa belajar pada
hakekatnya adalah proses perubahan perilaku siswa dalam bakat pengalaman dan
pelatihan. Artinya tujuan kegiatan belajar mengajar ialah perubahan tingkahlaku,
baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, sikap, bahkan meliputi
segenap aspek pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi
pengalaman belajar, menilai proses dan hasil belajar, termasuk dalam cakupan
tanggung jawab guru dalam pencapaian hasil belajar siswa
Menurut Hamalik (2001: 28), belajar adalah “Suatu proses perubahan tingkah
laku individu melalui interaksi dengan lingkungan”. Aspek tingkah laku tersebut
adalah: pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional,
hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap.
Sedangkan, Sardiman A.M. (2003 : 22) menyatakan: “Belajar merupakan suatu
proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang mungkin
berwujud pribadi, fakta, konsep ataupun teori”. Jadi belajar adalah suatu interaksi
antara manusia dengan lingkungan yang dapat menimbulkan suatu fakta yang
pada akhirnya diperoleh hasil hubungan yang baik.
Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap
semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan pada suatu
tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati,
dan memahami sesuatu yang dipelajari.
Teori Belajar Behaviorisme
Menurut John Broades Watson dalam Herpratiwi (2009:3-4) teori behavioristik
adalah teori yang menerapkan prinsip penguatan stimulus-respon. Maksudnya
adalah pengetahun yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin
kuat bila diberi penguatan. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan positif dan
penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan
terjadinya pengulangan tingkah lakubitu. Sedangkan penguatan negatif dapat
mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Jadi teori ini adalah
pengetahuan akan semakin kuat bila diberi penguat dan sebaliknya akan hilang
bila tidak diberi penguat.
Menurut Ivan Petrovich Pavlov dalam Herpratiwi (2009:4) Cllassical
Conditioning Theory memandang bahwa belajar adalah perubahan perilaku. Menurut teori ini belajar pada prinsipnya mengikuti suatu hukum yang sama
untuk semua manusia, bahkan semua mahluk hidup. Teori ini dikembangkan
melalui observasi terhadap perilaku belajar yang tampak ( observable behavior).
Jadi teori ini adalah terjadinya perubahan tingkah laku yang dilakukan dengan
observasi terhadap perilaku yang tampak.
Menurut Burrhus Frederic Skinner dalam Herpratiwi (2009:10) behaviorisme
merupakan salah satu aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi
fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek-aspek mental. Belajar akan
menghasilkan perubahan perilaku yang dapat diamati, sedang perilaku dan belajar diubah oleh kondisi lingkungan. Jadi menurut teori ini adalah setelah belajar akan
menghasilkan perubahan perilaku, dan perilaku tersebut dapat diamati.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Belajar
Menurut J essica (2009:1 faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas
belajar, yaitu:
10
1. Faktor Internal (dari dalam individu yang belajar).
Faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada
faktor dari dalam individu yang belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi
kegiatan tersebut adalah faktor psikologis, antara lain yaitu : motivasi,
perhatian, pengamatan, tanggapan dan lain sebagainya.
2. Faktor Eksternal (dari luar individu yang belajar).
Pencapaian tujuan belajar perlu diciptakan adanya sistem lingkungan
belajar yang kondusif. Hal ini akan berkaitan dengan faktor dari luar siswa.
Adapun faktor yang mempengaruhi adalah mendapatkan pengetahuan,
penanaman konsep dan keterampilan, dan pembentukan sikap.
Jenis Aktivitas Belajar Siswa
Berdasarkan pengetahuan tentang prinsip-prinsip diatas, diharapkan kepada guru
untuk dapat mengembangkan aktivitas siswa. Menurut Zulfikri (2008: 6) jenisjenis aktivitas yang dimaksud dapat digolongkan menjadi:
1. Visual Activities, yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas
siswa dalam melihat, mengamat, dan memperhatikan.
2. Oral Activities, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan
siswa dalam mengucapkan, melafazkan, dan berfikir.
3. Listening Aktivities, aktivitas yang berhubungan dengan kemampuan siswa
dalam berkonsentrasi menyimak pelajaran.
4. Motor Activities, yakni segala keterampilan jasmani siswa untuk
mengekspresikan bakat yang dimilikinya.
Aktivitas Belajar
Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang
tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan
mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing -
masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas
yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan
keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.
Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan
perubahan pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai sikap, dan keterampilan pada
siswa sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja.
Dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang
dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan
belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada siswa,
sebab dengan adanya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran terciptalah situasi
belajar aktif, seperti yang dikemukakan oleh Rochman Natawijaya dalam
Depdiknas(2005 : 31), belajar aktif adalah “Suatu sistem belajar mengajar yang
menekankan keaktifan siswa secara fisik, mental intelektual dan emosional guna
memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek koqnitif, afektif
dan psikomotor”.
Keaktifan siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator
adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki
keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti: sering bertanya kepada guru
Seperti yang sudah diketahui, membaca Al-Quran memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah Swt. Terlebih membaca Alquran dilakukan saat bulan Ramadan, tentu akan diganjar pahala yang berlipat-lipat kali lebih besar.
Beberapa keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadan, yaitu:
Selain membaca Al-Quran, memasak juga dapat menjadi kegiatan yang mudah dan bermanfaat. Dengan memasak sendiri, kamu bisa menjadi lebih hemat serta dapat mengontrol asupan gizi yang masuk ke tubuh kamu. Selain itu, aktivitas ini juga bisa menjadi nilai ibadah ketika kamu menyiapkan makanan untuk mereka yang menjalankan ibadah puasa.
Tidak hanya itu, memasak juga dapat memberikan manfaat lain, seperti meningkatkan fokus, mengasah kreativitas, merangsang kepekaan indera perasa, dan mengurangi tingkat stres serta emosi negatif.
3. Menulis Jurnal Ramadan
Hanya bermodalkan sebuah buku dan pena, kamu bisa mengembangkan kreativitas serta melatih konsistensi dengan melakukan journaling terkait bulan Ramadan. Bahkan jika kamu tidak terbiasa menulis tangan, kegiatan ini dapat dilakukan melalui gadget yang kamu miliki.
Dengan menulis jurnal di bulan Ramadan, kamu dapat menuangkan ide, pikiran, serta perasaan dalam bentuk tulisan atau gambaran dengan jelas. Selain itu, ini juga dapat membangun motivasi agar tetapon the trackpada tujuan yang ingin kamu di bulanRamadan.
Ilustrasi ngabuburit, bersepeda, muslimah, Islami. (Image by freepik)
Olahraga ringan bukanlah ide yang buruk untuk dilakukan meskipun sedang dalam berpuasa. Meskipun tidak mendapatkan asupan makanan, olahraga dengan waktu dan jenis yang tepat dapat membantu tubuh lebih bugar.
Beberapa olahraga ringan yang dapat kamu lakukan ketika berpuasa yaitu yoga, jalan santai, bersepeda, jogging, dan sit-up serta push-up. Untuk waktu berolahraga, kamu dapat mempertimbangkannya saat sebelum sahur, sebelum berbuka, setelah berbuka, dan sebelum tidur.
5. Mendengarkan Ceramah Online
Di zaman digital seperti sekarang, banyak hal dapat dilakukan hanya melalui handphone, termasuk mengikuti kajian. Hal ini juga telah disadari oleh para ustadz, sehingga mereka turut membuat konten ceramah khusus untuk sosial media.
Kamu bisa mengisi waktu luang dengan santai namun bermanfaat dengan mendengarkan ceramah secara online melalui berbagai sosial media seperti YouTube dan Instagram. Dengan melakukan hal ini, kamu dapat menambah wawasan keislaman dari mana saja.
Membaca buku merupakan kegiatan yang mudah dan dapat membuat waktu berjalan lebih cepat. Aktivitas ini tidak memerlukan banyak tenaga, namun tetap memiliki manfaat yang sangat banyak.
Dengan membaca buku, kamu dapat memperoleh pengetahuan serta mendapat hiburan yang mengasyikan. Selain itu, membaca buku juga memiliki dampak untuk psikologis seperti mengurangi stres, melatih konsentrasi, dan meningkatkan kecerdasan.
7. Mencoba Hobi Baru
Terakhir, kamu dapat mengeksplorasi diri untuk mencoba berbagai hobi baru. Bagi kamu yang memiliki banyak waktu luang namun bosan dengan aktivitas biasanya, mencoba hobi baru bisa menjadi jawaban.
Banyak sekali kegiatan menyenangkan hingga dapat menghasilkan uang, yang dapat kamu jadikan hobi. Beberapa hobi yang dapat kamu coba seperti merajut, desain, membuat DIY, berkebun, dan belajar bahasa.